Yup, mungkin itulah semacam kata2 sakti yang dikeluarkan oleh PLN untuk mempromosikan salah satu programnya “Listrik Prabayar”…
Hari minggu kemaren, setelah menghadiri walimahan saudara di daerah cinere jakarta selatan, pulangnya saya ikut (baca:nebeng) rombongan Kakak (baca:Uni dalam bahasa Minang) yang ingin sekalian melihat perkembangan pembangunan rumah barunya di kawasan Kranggan, Bekasi. Alhamdulillah rumah beliau sudah hampir selesai, insya4JJI akhir bulan ini sudah bisa ditempati…
Ada sesuatu yang unik yang saya temukan disana… Listrik yang dipasang adalah listrik prabayar yang merupakan salah satu program barunya PLN, walaupun saya sudah pernah dengar tentang listrik prabayar ini sejak beberapa tahun yang lalu tapi saya baru lihat sendiri brosurnya kemaren itu…
Program Listrik prabayar ini mencontoh pada program prabayar selular yang menggunakan voucher untuk memudahkan customer memonitor pengeluarannya perbulan.
Apa saja keunggulan dari program Listrik prabayar ini ?? ini dia klaim dari PLN yang diambil dari web pln :
- Mudah memantau pemakaian listrik setiap saat
- Disiplin menggunakan listrik sesuai anggaran belanja
- Tidak lagi terikat dengan pencatat meter maupun jadual pembayaran
- Dapat membeli token (isi ulang energi listrik) di banyak tempat
- Tidak ada istilah menunggak, sangsi pemutusan, biaya keterlambatan
- Tidak dikenakan Uang Jaminan Langganan
Saya masih penasaran dengan bagaimana kerjanya listirk prabayar ini ?? browsing di web pln kurang jelas, dan jawabannya saya temukan dari mbah google dan berikut kesimpulan saya setelah baca2 dari beberapa sumber:
- Customer akan memperolah yang namanya Meteran Digital yang diklaim bisa mengurangi kesalahan pencatatan meteran listrik karena sudah pencatatan secara digital…
- Meteran digital akan berbunyi dan lampunya menyala apabila token (pulsa listrik) hampir habis (Jika sisa di bawah 20 kWh), yang merupakan pringatan untuk segera isi token (pulsa)
- Jika sisa kWh habis, maka listrik otomatis padam. Untuk menghidupkannya, input 20 digit nomor token baru
- Token (pulsa) tersedia di loket-loket Payment Point Online Bank (PPOB) dengan besaran dari Rp 20 ribu hingga Rp 1 juta, pelanggan akan mendapatkan nomor sebanyak 20 digit untuk dimasukkan ke dalam meteran digital
- Meteran Digital akan mengecek dan jika nomor token valid, layar meter menunjukkan nilai kWh sesuai yang dibeli. Listrik pun bisa digunakan
- Pelanggan dapat mengecek pemakaian token dengan menggunakan kode, seperti cek pulsa di HP
Namun untuk outlet-outlet tempat penjualan token (pulsa) listrik prabayar ini, PLN hanya baru bekerjasama dengan Bank BPRKS, BUKOPIN, BNI, PT. POS INDONESIA dan OCBC NISP… sepertinya pengisian token (pulsa) listrik prabayar ini belum segampang pembelian pulsa prabayar selular yang tersebar dimana-mana…
Naah… Bagaimana kalau Token(pulsa)-nya habis tengah malam ?? tampaknya customer harus punya voucher cadangan sebelum token(pulsa) habiss jika tak ingin kegelapan dan kepanasan sampai pagi karena tempat pembelian token(pulsa) tidak mudah ditemui…
Pertanyaan lain, Apakah pelanggan lama bisa pula menikmati layanan listrik prabayar ini ?? jawabannya BISA tetapi harus mengganti meterannya menjadi meteran digital dan tentunya dikenakan biaya untuk penggantian ini…
Mudah2an PLN sukses dengan program listrik prabayarnya… dan mudah2an semakin banyak inovasi baru, seperti isi ulang token bisa via SMS, ato internet, dll… atau mungkin sudah kali yaah… saya saja yang ketinggalan informasi…