Akses+ BPRKS memang memberikan layanan Satu Tempat Semua Pembayaran, benarkah ? Anda bisa cek sendiri. Namun demikian Bank BPR KS ini sangat gencar untuk mencari mitra baru, memprospek, mengejar dan mengclosing. Berbeda sekali dengan mitra lama yang ingin meminta support, dicukin, diacuhkan dan tidak direspon. Satu kali kejadian harus melaporkan berkali-kali baru direspon.
Jangan menggunakan media internet atau email, karena tidak akan dibalas sama sekali. Telepon saja langsung ke bandung. UNtuk bisa menyelesaikan masalah.
Nah setelah beberapakali bertransaksi melalui IB BPRKS maupun mesin EDC berikut ditemukan modus untuk menilep/menyedot dan mengambil uang mitra secara tidak sah. Cara-cara tersebut bisa Anda cek sendiri di rekening Anda, apakah juga dilakukan terhadap rekening Anda.
1. Transaksi lama, berujung gagal dengan pesan time out, gagal dan informasi sejenis. Namun di mutasi rekening, saldo Anda berkurang.
2. Transaksi pulsa, sukses namun pulsa tidak masuk-masuk. Saldo jelas berkurang namun urusan tidak masuk agak susah juga. Klaim dan prosesnya ribel keluar biaya mahal.
3. Transaksi PLN prabayar, time out, namun uang di rekening terdebet. Dan kita tidak mendapatkan nomor token karena gagal dan tidak bisa cetak. masalah ini sering terjadi pada saya.
Wiro Sudibyo
Tampilkan postingan dengan label transaksi bprks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label transaksi bprks. Tampilkan semua postingan
Rabu, 26 Mei 2010
Jumat, 30 April 2010
Internet Banking BPR KS Aneh Transaksi Pulsa Gagal Saldo Terpotong
Jakarta - Pada tanggal 2 Maret 2010 saya melakukan transaksi pembelian pulsa melalui Internet Banking BPR KS sebanyak dua kali. Statusnya gagal masing-masing dengan referensi:
BPR-SE100302/96652 dan BPR-SE100302/96653 dengan nilai transaksi masing Rp 50,000. Keduanya gagal.
Kejadian ini sudah saya laporkan melalui fasilitas yang ada di internet banking. Namun, justru saya diminta menghubungi Call Center Akses yang menggunakan kode area 022 (Bandung). Padahal transaksi saya kalau pun berhasil hanya menghasilkan keuntungan Rp 2,000 saja. Kalau saya turuti maka transaksi seperti ini menjadi tidak ekonomis dan bukannya untung tapi malah buntung karena biaya interlokal ke 022.
Lebih aneh lagi status transaksi gagal namun saldo terpotong. Dan, anehnya jika memang harus terpotong, dari dua transaksi kenapa hanya satu yang terpotong. Saya sudah sering kali mengalami kejadian ini namun dalam jumlah nominal yang kecil.
Oleh karena masalah terus muncul tanpa ada perbaikan sistem yang memadai dan kali ini nominal transaksi cukup besar maka media ini saya jadikan sarana untuk memberikan informasi kepada publik agar lebih berhati-hati jika bertransaksi pulsa melalui Internet Banking BPR KS.
Surat ini saya tulis semata-mata ketika sebuah institusi memberikan layananan kepada publik dan berbayar hendaknya menjaga sinkronisasi status transaksi dengan pengurangan saldo atau pendebetan rekening.
Masalah yang bisa difahami adalah jika transaksi sukses namun pulsa belum masuk boleh saja deposit berkurang. Tapi, jika transaksi gagal namun deposit berkurang tentu adalah hal yang tidak masuk akal.
Meskipun pihak BPR KS menjanjikan bila pulsa tidak masuk (kalau status gagal pasti
tidak masuk menurut saya, kalau masuk malah ini sistem perbankan yang aneh) dana
akan dikembalikan H + 1. Tentu ini adalah logika yang tidak masuk akal, transaksi gagal mengapa mitra harus menanggung terdebet / tertahannya dana selama H + 1 hari.
Sistem seperti apa yang menjadikan status gagal menjadi sukses. Kenapa sebuah perbankan tidak memberikan kepastian dalam bertransaksi. Apalagi transaksinya termasuk jenis transaksi numpang lewat di mana pembeli kebetulan lewat beli pulsa ke saya. Jika pulsa tidak masuk maka pembeli tidak mau membayar dan kemudian pergi.
Apakah kelemahan sistem seperti dalam BPR KS konsumen harus menanggung. Jika dana dikembalikan mitra harus merelakan uangnya di rekening BPRKS selama H + 1 hari dan jika pulsa masuk dana amblas karena pulsa sudah masuk ke pembeli namun pembeli yang hanya numpang lewat sebelumnya yang tidak mau membayar karena sudah menunggu lebih dari 1 jam tidak masuk-masuk pulsanya.
Melalui surat ini saya menghimbau agar BPRKS tidak memotong saldo mitra yang jelas-jelas transaksinya gagal walau memotong saldo itu hanya selama H + 1 hari. Potonglah jika mitra memang sudah mendapatkan haknya yakni pengisian pulsa sukses. Terima kasih.
Sumber detik.com
BPR-SE100302/96652 dan BPR-SE100302/96653 dengan nilai transaksi masing Rp 50,000. Keduanya gagal.
Kejadian ini sudah saya laporkan melalui fasilitas yang ada di internet banking. Namun, justru saya diminta menghubungi Call Center Akses yang menggunakan kode area 022 (Bandung). Padahal transaksi saya kalau pun berhasil hanya menghasilkan keuntungan Rp 2,000 saja. Kalau saya turuti maka transaksi seperti ini menjadi tidak ekonomis dan bukannya untung tapi malah buntung karena biaya interlokal ke 022.
Lebih aneh lagi status transaksi gagal namun saldo terpotong. Dan, anehnya jika memang harus terpotong, dari dua transaksi kenapa hanya satu yang terpotong. Saya sudah sering kali mengalami kejadian ini namun dalam jumlah nominal yang kecil.
Oleh karena masalah terus muncul tanpa ada perbaikan sistem yang memadai dan kali ini nominal transaksi cukup besar maka media ini saya jadikan sarana untuk memberikan informasi kepada publik agar lebih berhati-hati jika bertransaksi pulsa melalui Internet Banking BPR KS.
Surat ini saya tulis semata-mata ketika sebuah institusi memberikan layananan kepada publik dan berbayar hendaknya menjaga sinkronisasi status transaksi dengan pengurangan saldo atau pendebetan rekening.
Masalah yang bisa difahami adalah jika transaksi sukses namun pulsa belum masuk boleh saja deposit berkurang. Tapi, jika transaksi gagal namun deposit berkurang tentu adalah hal yang tidak masuk akal.
Meskipun pihak BPR KS menjanjikan bila pulsa tidak masuk (kalau status gagal pasti
tidak masuk menurut saya, kalau masuk malah ini sistem perbankan yang aneh) dana
akan dikembalikan H + 1. Tentu ini adalah logika yang tidak masuk akal, transaksi gagal mengapa mitra harus menanggung terdebet / tertahannya dana selama H + 1 hari.
Sistem seperti apa yang menjadikan status gagal menjadi sukses. Kenapa sebuah perbankan tidak memberikan kepastian dalam bertransaksi. Apalagi transaksinya termasuk jenis transaksi numpang lewat di mana pembeli kebetulan lewat beli pulsa ke saya. Jika pulsa tidak masuk maka pembeli tidak mau membayar dan kemudian pergi.
Apakah kelemahan sistem seperti dalam BPR KS konsumen harus menanggung. Jika dana dikembalikan mitra harus merelakan uangnya di rekening BPRKS selama H + 1 hari dan jika pulsa masuk dana amblas karena pulsa sudah masuk ke pembeli namun pembeli yang hanya numpang lewat sebelumnya yang tidak mau membayar karena sudah menunggu lebih dari 1 jam tidak masuk-masuk pulsanya.
Melalui surat ini saya menghimbau agar BPRKS tidak memotong saldo mitra yang jelas-jelas transaksinya gagal walau memotong saldo itu hanya selama H + 1 hari. Potonglah jika mitra memang sudah mendapatkan haknya yakni pengisian pulsa sukses. Terima kasih.
Sumber detik.com
Selasa, 09 Maret 2010
Transfer di ATM BRI Gagal Dana Terdebet
Jumat, 19/03/2010 11:29 WIB
Transfer di ATM BRI Gagal Dana Terdebet
Eko Budi Utomo - suaraPembaca
/ilustrasi ist.
Jakarta - Pada tanggal 17 Maret 2010 saya melakukan transfer dana sejumlah lima juta sebanyak dua kali. Proses dinyatakan gagal tapi setelah saya cek saldo ternyata dana saya berkurang sepuluh juta.
Sampai saat ini juga belum ada perkembangan. Saya sudah mencoba mendatangi Bank BRI Sukoharjo. Jawaban katanya ada gangguan sistem ATM Bersama.
Sebagai info ATM saya BRI atas nama Sri Mulyani 051101016167500. Dan, tujuan bank transfer saya adalah BPR KS atas nama Eko Budi Utomo 1572031892. Kapan dana saya kembali. Terima kasih.
Eko Budi Utomo
Sumber Agung Celep Nguter Sukoharjo Solo
Tomo_mbragung@yahoo.co.id
081393797869
Transfer di ATM BRI Gagal Dana Terdebet
Eko Budi Utomo - suaraPembaca
/ilustrasi ist.
Jakarta - Pada tanggal 17 Maret 2010 saya melakukan transfer dana sejumlah lima juta sebanyak dua kali. Proses dinyatakan gagal tapi setelah saya cek saldo ternyata dana saya berkurang sepuluh juta.
Sampai saat ini juga belum ada perkembangan. Saya sudah mencoba mendatangi Bank BRI Sukoharjo. Jawaban katanya ada gangguan sistem ATM Bersama.
Sebagai info ATM saya BRI atas nama Sri Mulyani 051101016167500. Dan, tujuan bank transfer saya adalah BPR KS atas nama Eko Budi Utomo 1572031892. Kapan dana saya kembali. Terima kasih.
Eko Budi Utomo
Sumber Agung Celep Nguter Sukoharjo Solo
Tomo_mbragung@yahoo.co.id
081393797869
Label:
jalur koneksi bprks,
transaksi bprks
Langganan:
Postingan (Atom)